PPID Universitas Airlangga

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menyambut kunjungan resmi dari Leiden University, Belanda. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara UNAIR dan Leiden dalam bidang riset serta pendidikan internasional. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperluas jejaring akademik melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi.

Acara kunjungan dibuka langsung oleh Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak CA. Ia hadir bersama Prof Annetje Ottow, Presiden Dewan Eksekutif Leiden University. Dalam sambutannya, Prof Ottow menekankan pentingnya kolaborasi global antar perguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama ini akan mendukung pengembangan riset dan pendidikan lintas negara secara berkelanjutan.

Selanjutnya, setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Diskusi ini terbagi ke dalam beberapa topik utama, seperti bidang kesehatan, ekonomi, ilmu sosial, global studies, dan hukum. Salah satu hasil penting dari FGD tersebut adalah terbentuknya Airlangga Institute for Indian Ocean Crossroad (AIIOC).

Lembaga AIIOC dipaparkan pertama kali oleh Dr Philippe Peycam dari International Institute for Asian Studies. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Lina Puryanti PhD sebagai direktur UNAIR. Lembaga ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi akademik dalam bidang kajian Asia dan Samudera Hindia.

Menariknya, Leiden University juga mengumumkan rencana penyelenggaraan International Convention of Asia Scholars (ICAS) di Indonesia pada tahun 2024. Dalam hal ini, UNAIR akan bertindak sebagai tuan rumah utama.

Dengan adanya kunjungan ini, baik UNAIR maupun Leiden University berharap kerja sama dalam bidang tridharma perguruan tinggi dapat diperluas. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat jaringan riset di tingkat internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *