PPID Universitas Airlangga

Geliat Airlangga Gelar FGD Bahas Solusi Permasalahan Kesehatan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Kegiatan-Focus-Group-Discussion-FGD-Geliat-Airlangga

Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Gerakan Peduli Ibu dan Anak Sehat (Geliat) Airlangga terus menunjukkan komitmen dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sebagai wujud komitmen tersebut, Geliat menggelar focus group discussion (FGD).

FGD tersebut bertajuk “Identifikasi Masalah dan Penyusunan Alternatif Solusi Kualitas dan Resiliensi Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak, Imunisasi, WASH FIT, dan Pemenuhan Indikator Gedsi”. FGD ini berlangsung secara luring di Hotel Swiss Belinn Manyar, Jumat (17/52024) sampai Sabtu (18/5/2024). 

Menurut Ajeng Rahayu SKM, selaku panitia kegiatan, FGD ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam terkait akar penyebab masalah layanan kesehatan. Khususnya kesehatan ibu dan anak, imunisasi, WASH FIT, dan pemenuhan indikator gedsi di Jawa Timur.

“Dengan memahami akar penyebab masalah, kami dapat menyusun solusi yang tepat dan efektif. Supaya bisa meningkatkan kualitas dan resiliensi pelayanan kesehatan di Jawa Timur,” imbuhnya. 

Kerja Sama dan Kolaborasi

Kegiatan ini menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan melibatkan berbagai stakeholder terkait. Termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan organisasi lainnya.

“Kerja sama dan kolaborasi antar stakeholder sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui FGD ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi antarpihak untuk mencapai tujuan bersama,” ungkap Ajeng.

Peserta Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Geliat Airlangga (Foto: Dok. Panitia)

Salah satu kegiatan dalam FGD ini adalah membuat analisis Fishbone Diagram. Fishbone Diagram terdiri dari sebuah garis horizontal yang mewakili masalah utama, dan garis-garis cabang vertikal yang mewakili kategori penyebab utama.

“Melalui analisis ini, harapannya seluruh peserta kegiatan dapat mengidentifikasi semua potensi penyebab masalah kesehatan yang ada serta menemukan solusi yang tepat,” ujar Ajeng. 

Analisis Permasalahan WASH

Untuk memperkuat layanan kesehatan, perlu sistem yang terorganisir dengan baik dan memastikan ketersediaan layanan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) bagi pasien, pengunjung, dan petugas kesehatan. Buruknya WASH di fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan resiko pelayanan penyakit. “Metode Fishbone membantu kami dalam mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap permasalahan WASH secara sistematis,” ucap Ajeng. 

Identifikasi permasalahan yang dilakukan meliputi lima faktor utama. Di antaranya adalah manusia, uang, metode, mesin, dan material. Dari segi manusia, perlu adanya pelatihan dan edukasi terkait WASH. Salah satunya pelatihan mencuci kain berdarah serta memindahkannya ke tempat infeksius.

“FGD ini harapannya dapat menghasilkan rumusan yang konkret dan solusi yang tepat sasaran. Tujuannya untuk mengatasi permasalahan WASH di Jawa Timur,” pungkas Ajeng. 

Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah

Editor: Yulia Rohmawati

Berita Terkini
Bagikan
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp